HI! Ini dita(nya) seputar buku!
ditanya seputar buku?
Honestly alasannya nggak yang muluk-muluk kok sobat, Dita selalu suka baca dan nulis aja. Jadi rasanya akan ngebuang sia-sia segala ilmu dan potensi yang Dita punya kalau Dita nggak usahakan untuk bagikan itu semua ke orang lain. Alasan lainnya adalah Dita pernah baca satu buku ini nih yang bakal Dita review dan rekomendasikan ke sobat penanya. Buku ini bener-bener memotivasi Dita buat jadi versi terbaik Dita dengan cara Dita sendiri. Buku "The Alpha Girl's Guide: Menjadi Cewek Smart, Independen, Dan Anti-Galau" karya terkenal Henry Manampiring atau yang dikenal sebagai Om Piring.
The Alpha Girl’s Guide merupakan buku hasil riset artikel, pengamatan, diskusi, dan wawancara langsung perempuan-perempuan hebat dan tangguh untuk memberikan pengetahuan dan sebagai “pembuka wawasan” para perempuan tentang apa yang bisa dilakukan oleh seorang remaja perempuan untuk menjadi Alpha Female. Pada chapter pertama berjudul “Apa Itu Alpha Female?” menjelaskan bahwa Alpha Female adalah perempuan yang dikenal tidak dapat diremehkan apalagi dilecehkan (meskipun mereka sering dijadikan bahan gosip dengan sinis oleh banyak perempuan lain). Alpha Female ialah para perempuan yang mampu menjadi pemimpin, mampu menggerakkan orang di sekitarnya, mampu membawa perubahan menjadi lebih baik. Mereka dikenal cerdas, bertanggung jawab, berhasil menjaga prestasi dan attitude nya sehingga ia disegani oleh berbagai orang. Alpha Female dikenal percaya diri dan mampu mengoptimalkan segala potensi yang ia punya. The Alpha Girl’s Guide akan terdiri dari beberapa chapter yang merupakan hasil kategori dari Alpha Female di berbagai aspek kehidupan, seperti “The Alpha Student, The Alpha Friend, The Alpha Lover, The Alpha Professional, The Alpha Look, The Alpha Carer.” Buku ini akan membahas berbagai tip sebagai guide untuk remaja perempuan calon Alpha Girl tentang “What would an Alpha Female do?” ketika berhadapan dengan urusan sekolah, organisasi, pertemanan, hubungan percintaan, dan pekerjaan. Henry Manampiring selaku penulis menyajikan berbagai ilustrasi kocak dan menulis buku ini dengan bahasa yang ringan, ditambah dengan hasil wawancara dua Alpha Female Indonesia yang terkenal yaitu Najwa Shihab dan Alanda Kariza yang akan menginspirasi para pembaca.
The Alpha Girl’s Guide adalah salah satu buku yang menurut Dita yang paling ringan untuk dibaca dari segala umur, bahkan Dita selesai menamatkan buku ini hanya dalam sehari. Tapi bukan karena buku ini ringan berarti buku ini nggak ada isinya ya sobat. Justru buku inituh sangat mudah dipahami karena based on every single thing that happened in real life. Buku ini dapat menjadi guide book untuk sobat penanya yang masih remaja yang masih membutuhkan arahan dan bantuan untuk menjalani dan menyikapi berbagai hal yang terjadi di kehidupan. Buku ini juga dapat menjadi “comfort book” yang bisa dibaca terus-terusan berulang kali oleh wanita setiap kali dia merasa kehilangan kepercayaan dirinya untuk berkembang. Buku ini pun dapat menjadi “teman” bagi pembaca laki-laki untuk memahami karakter perempuan hebat yang ada di sekeliling mereka sehingga mereka bisa memperlakukan ibu, kakak maupun adik perempuan mereka, hingga pasangan mereka dengan tepat. Ilustrasi yang disajikan sangat membantu untuk membuat rileks mata pembacanya karena tersaji di banyak halaman dalam buku ini. Kalau menurut Dita sih, buku ini termasuk buku yang akan tetap terus dicari dan dibaca oleh orang-orang dari berbagai umur dan berbagai gender yang akan menambah wawasan bagi para pembacanya.
Sebagai seorang perempuan, Dita merasa sangat sulit untuk menjadi seorang pemimpin yang dipandang baik dalam berbagai sisi. Ketika seorang perempuan hendak bersekolah tinggi untuk menjamin masa depan yang baik bagi dirinya dan keluarganya, akan selalu ada mulut-mulut (umumnya dari laki-laki) yang memandang rendah kualitas dan potensi yang kita miliki. Bahkan, Henry Manampiring selaku penulis juga mengakui hal tersebut, salah satu alasan kuat beliau membuat buku ini adalah karena kekecewaan beliau mengapa pada tahun 2015 masih ada yang mempertanyakan “untuk apa perempuan berpendidikan tinggi?” Dan ditambahkan pula kalimat “nasib perempuan, toh, ujung-ujungnya di dapur juga.” Buku The Alpha Girl’s Guide terbit hasil karya dari seorang laki-laki yang sangat menghargai perempuan dan memahami betul bahwa dalam dunia kerja, gender bukanlah sesuatu yang relevan. Jika seorang perempuan memiliki kecerdasan, keberanian, kepercayaan diri, dan attitude yang menunjang, seorang laki-lakipun berhak belajar banyak dari seorang perempuan dan bukannya malah merasa terintimidasi. Buku ini juga ditulis sebagai bentuk upaya menyajikan sebuah perspektif kepada para perempuan remaja dan muda, agar bisa menjadi tambahan pertimbangan dalam menjalani hidup dan meraih potensi mereka.
Hal-hal yang menarik perhatian Dita ketika membaca buku ini adalah bagian-bagian yang sangat detail yang diberikan oleh penulis, seperti mencantumkan “Alpha Exercise” di setiap chapter yang dapat membuat suasana membaca buku menjadi tidak monoton sekaligus menghibur karena sangat applicable untuk pembaca. Terdapat berbagai kutipan dari artikel yang juga mampu menambah wawasan dan membuka sudut pandang lain untuk pembaca utamanya yang masih dalam proses belajar. Seperti salah satunya adalah kutipan dari Anne, Group CEO dari tiga biro iklan multinasional yang dimuat dalam bagian buku “Alpha Sister says” yang perlu diingat oleh pembaca. Yaitu bahwa,
“Perempuan di posisi leadership sering dikira harus berubah menjadi pria: tidak punya perasaan, tidak punya rasa peduli, atau perhatian. Anggapan ini sangat keliru. Perempuan bisa menjadi pemimpin tanpa meninggalkan sifat keperempuannya.”
Ada satu hal lagi nih yang menurut Dita perlu banget di highlight dari buku ini, yaitu chapter “The Alpha Lover” yang memuat berbagai tip dan wejangan dari sudut pandang Alpha Male dan Alpha Female dalam hal percintaan yang sangat relate untuk pembaca. Pada chapter ini menjelaskan berbagai macam kebiasaan yang terlihat sepele yang umum dilakukan oleh seorang perempuan apabila jatuh cinta, namun hal-hal tersebut tidak baik untuk dilakukan. Chapter ini akan sangat menuntun atau memberikan pengetahuan lebih untuk perempuan yang selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik untuk pasangannya, namun tidak dapat melihat mana hal-hal buruk yang seharusnya tidak dibiasakan dan tidak dilakukan. Terdapat kutipan dari artikel karya Jennifer Kromberg yang dimuat dalam buku ini yaitu “The 5 Stages of Grieving The End of Relationship” yang wajar akan dilalui oleh setiap orang ketika sedang berduka. Menjadi seorang Alpha Girl perlu memahami berbagai tahap berduka tersebut agar menyadari bahwa situasi jungkir balik emosional yang sedang dirasakan saat putus cinta itu sangat wajar dan biasa terjadi. Penulis hendak mengingatkan bahwa untuk menjadi perempuan yang kuat adalah dengan mengerti berbagai tahapan tersebut sehingga mampu menahan diri untuk melakukan hal-hal yang buruk, gegabah, dan tidak baik untuk masa depan.
Well I could say, buku The Alpha Girl’s
Guide ini adalah buku yang setiap kalimatnya mengandung manfaat bagi para
pembacanya. Bahkan Dita bisa jamin, khusus buat sobat penanya pria akan sangat
terbantu dari membaca buku ini, karena Henry Manampiring selaku penulis juga menjelaskan
bahwa terdapat berbagai kualitas pria yang sesuai dengan Alpha Female (tip ini
akan membantu tentunya buat kalian sobat ^_^) yang dikutip dalam “18 Qualities
Every Alpha Female Should Look For In A Boyfriend” karya Gigi Engle. Intinya
adalah laki-laki yang mendukung dan justru merasa bangga atas prestasi
pasangannya, tidak terintimidasi, tidak malu untuk mengakui kesalahannya dan
meminta maaf, memperlakukan pasangan sejajar dan tidak merendahkan, serta tidak
ragu untuk menegur Alpha Female apabila memang dibutuhkan, adalah kualitas
laki-laki yang sangat hebat dan patut untuk dipertimbangkan menjadi pasangan.
Manfaat lain dari membaca buku ini yang
pastinya ditujukan untuk kaum perempuan adalah bagaimana cara agar menjadi
perempuan yang tidak gegabah dan sangat menghargai dirinya sendiri, termasuk
tubuh dan lingkungannya. Seorang Alpha Girl memahami betul bahwa manusia
merupakan makhluk visual yang mementingkan physical appearance. Suka tidak suka
itulah realitanya, yang perlu diingat adalah “cantik” dan “menarik” adalah dua
kata yang sangat berbeda makna. Dan yang terpenting bukanlah kecantikan,
melainkan tampil menarik. Seorang perempuan yang berkualitas dan dapat dilabeli
sebagai Alpha Girl adalah yang dapat menerapkan 3 hal basic dalam mengejar kesehatan,
yaitu “eat well, move well, sleep well” (diambil
dari tulisan Tom Rath). Alpha Girl tidak hanya ingin badannya terlihat langsing
melainkan ingin tubuhnya bugar dan sehat. Sehingga yang terpenting adalah
menjaga pola makan dengan makanan sehat, tidak berhenti bergerak karena ingin
selalu aktif, dan tidur atau beristirahat yang cukup. Sehingga Alpha Girl dapat
tampil menarik dengan tetap memperhatikan kesehatan tubuhnya, potensi dirinya,
serta kemampuan membawa diri menjadi orang yang lebih baik.
Dita paling suka dari buku ini adalah
bagian dimana penulis hendak mengingatkan kepada pembaca perempuan terkait
hubungan seks dengan pacar, intinya terkait soal benar/salah hubungan seks
perlu dikonsultasikan langsung pada ahlinya baik itu dokter maupun pemuka
agama. Yang terpenting, pilihan perempuan terkait seks selalu mengandung
konsekuensi. Sehingga tidak boleh gegabah dalam bertindak, perlu diingat lagi
bahwa “Alpha Girls have self-respect”
Seorang Alpha Girl menghormati dirinya sendiri termasuk tubuhnya. Jangan pernah
peduli apabila pacar sobat mengancam kalian ketika meminta foto atau hal-hal
yang jelas tidak baik. “If you don’t want
to do it, don’t do it.” Seorang Alpha Girl memulai hubungan baik pacaran
maupun pernikahan ketika bertemu dengan orang yang tepat, dengan alasan yang
tepat, dan pada waktu yang tepat, bukan karena tekanan dari orang lain. Alpha
Girl juga tidak menolerir orang yang abusive (verbally or physically). Seorang
Alpha Girl juga memiliki basic principle dalam pertemanannya yaitu
menjadi dan mencari teman yang fair, tidak dimanipulasi, dan tidak
memanipulasi. Seorang Alpha Girl tidak akan membenarkan gossiping dan bullying. Umumnya seorang Alpha Girl juga dikenal sebagai "A Girl's Girl" yang mendukung berbagai hal baik yang dilakukan oleh temannya dan turut bahagia melihat temannya bahagia (bukan malah menganggap temannya sebagai kompetitor(─.─||)
Kelemahan dari buku ini menurut Dita sebetulnya sedikit banget sobat, bahkan hampir nggak ada kelemahan yang eksplisit. Hanya saja buku ini akan jauh lebih menarik untuk dibaca oleh para remaja, untuk pembaca di umur 22 tahun ke atas mungkin buku ini akan terlihat biasa saja dan membosankan karena berisikan permasalahan atau hal-hal yang jelas umum terjadi dan sudah pernah dirasakan. Sehingga sebetulnya untuk pembaca di umur sekian sudah sangat memahami bahwa memang realita hidup yang dijalankan seperti apa yang tertera di dalam buku, respon seperti “ya memang itu hal yang sudah aku ketahui” tidak akan memberikan “setruman” atau rasa “istimewa” ketika membaca buku ini untuk pertama kali. Seperti contohnya adalah ketika penulis mencantumkan bahwa “Keberuntungan itu benar ada” Para pembaca di umur 22 tahun ke atas pasti sudah tidak akan terkejut melihat realita tersebut, namun mungkin akan sedikit menyadarkan kepada para pembaca yang masih “denial” akan hal tersebut.
However, kelebihan dari buku ini justru menurut Dita sangat banyak sobat! Berbagai kutipan yang disebutkan dalam buku ini sangat penting untuk dijadikan pelajaran bagi siapapun pembacanya. Bahkan penulis menjelaskan berbagai kosakata yang sering dianggap sama, seperti perbedaan dari julukan Miss Independent dengan seorang Alpha female. Lalu, istilah persistence and resilience atau kegigihan dan keuletan yang sangat penting apabila pembaca ingin menjadi seorang Alpha Female. Penulis menjelaskan dengan baik bahwa buku ini juga tidak akan menjamin para pembacanya akan menjadi percaya diri, pintar, sukses, kaya, dan semacamnya atau setiap pembaca pasti akan tumbuh menjadi Alpha Female. Dan menjadi seorang Alpha Female bukan berarti jaminan akan memiliki hidup yang bahagia. Semuanya dikembalikan lagi kepada para pembaca akan menyikapi berbagai sisi kehidupan seperti apa.
Jadi itu sobat penanya review terkait salah satu buku favorit Dita yaitu The Alpha Girl's Guide karya Om Piring. Kalau menurut sobat yang pernah baca buku ini, apadeh kalimat-kalimat yang menyentuh hati atau memotivasi sobat? Dan untuk sobat penanya yang belum pernah baca buku ini sebelumnya, kira-kira kalian bakalan mau baca nggak niihh bukunyaa? Jangan lupa komen di bawah yaa! Kelengkapan informasi buku ini akan Dita cantumkan di bawah! ^_^

Wahhh, keren banget kak rekomendasi bukunya. Bahasa yang ringan bukan menjadi tolak ukur kalau karya itu buruk, melainkan sebagai bentuk kemudahan untuk pembaca memahami setiap kalimat demi kalimat dalam buku ini. Makasihya kak atas rekomendasinya, ditunggu review buku selanjutnyaa, semangat buat blognya kakkkk
BalasHapus